POHUWATO (GOL) — Komitmen mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan taat hukum di Kabupaten Pohuwato terus diperkuat. Hal ini ditegaskan lewat kehadiran Ketua DPRD Kabupaten Pohuwato, H. Beni Nento, saat menyambut kunjungan kerja Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Gorontalo yang baru di Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Pohuwato, Senin (15/06/2026).
Langkah proaktif jajaran legislatif ini menjadi momentum strategis untuk mempererat koordinasi antara unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dengan lembaga penegak hukum. Sinergitas ini dinilai krusial dalam mengawal keberlanjutan pembangunan sekaligus menjaga stabilitas daerah.
Penyambutan yang berlangsung khidmat tersebut juga memperlihatkan kekompakan lini top eksekutif dan keamanan daerah. H. Beni Nento hadir berdampingan dengan Bupati Pohuwato Saipul A. Mbuinga, Wakil Bupati Iwan S. Adam, Kapolres Pohuwato, serta Dandim 1313 Pohuwato, yang disambut langsung oleh jajaran internal Kejari Pohuwato beserta pejabat daerah terkait.
“Kolaborasi antara seluruh unsur pemerintahan dan aparat penegak hukum sangat diperlukan untuk memastikan setiap kebijakan dan program pembangunan dapat terlaksana dengan baik, transparan, dan berpihak kepada kepentingan masyarakat,” tegas Ketua DPRD Pohuwato, H. Beni Nento.
Menurut Beni, hubungan harmonis dan kolaboratif dengan Kejaksaan Tinggi Gorontalo akan menjadi modal penting bagi daerah. Koordinasi yang kuat ini diproyeksikan mampu memastikan seluruh program strategis di Pohuwato berjalan ketat sesuai regulasi, sehingga dapat memberikan dampak positif yang maksimal bagi kesejahteraan masyarakat.
Di sisi lain, kunjungan kerja pucuk pimpinan Korps Adhyaksa Gorontalo ini diharapkan mampu memperlancar jalur komunikasi dua arah. Tujuannya adalah mendukung penegakan hukum yang tidak hanya profesional, tetapi juga humanis dan berkeadilan di wilayah hukum Kabupaten Pohuwato.
Acara penyambutan ditutup dengan sesi diskusi yang penuh keakraban dan kekeluargaan. Hadirnya seluruh elemen inti Forkopimda dalam satu forum ini menjadi simbol nyata bahwa para pemangku kepentingan di Pohuwato solid dalam menjaga kondusivitas daerah demi terciptanya good governance.
(GOL – 03)




































