POHUWATO (GOL) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Pohuwato menggelar Rapat Peripurna Ke 12 tentang Hari Ulang Tahun Ke-22 Kabupaten Pohuwato Tahun 2025, Selasa (25/02/25).
Dalam pelaksaan Rapat Paripurna tersebut dipimpin langsung oleh Ketua dan Wakil Ketua DPRD, yang turut dihadiri langsung Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Republik Indonesia, Fahri Hamzah, serta Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie dan pejabat forkopimda Provinsi dan Kabupaten.
Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Republik Indonesia dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat ulang tahun untuk Kabupaten Pohuwato ke 22 Tahun. Dimana dirinya merasa terhormat dan bahagia bisa menjadi bagian dari perayaan HUT serta ikut berbahagia bersama masyarakat yang merayakan hari ulang tahun Kabupaten Pohuwato.
“Mungkin Kabupaten pertama yang saya datangi tepat di hari ulang tahunnya. Saya bahagia sekali menjadi bagian dari perayaan ulang tahun, Mudah-mudahan Kabupaten Pohuwato ini menjadi contoh dari 514 Kabupaten-Kota, Kabupaten ini menjadi contoh penyelenggaraan pemerintahan yang baik,” Ujar Fahri Hamzah.
“Ada dua tujuan utama yang menjadi prioritas Presiden Prabowo, yaitu menghentikan kebocoran negara dan menghilangkan ketimpangan. Ini adalah fondasi utama untuk membangun Indonesia yang lebih kuat dan merata,” lanjut Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman.
Dalam kesempatan yang sama juga, Ketua DPRD Pohuwato Beni Nento memberi apresiasi setinggi-tingginya kepada kehadiran Wamen Fachri Hamzah di Bumi Panua. Selain menghadiri sejumlah agenda terkait kementerian Perumahan dan Kawasan Pemukiman, wamen Fachri juga menyempatkan diri di resepsi paripurna HUT Kabupaten Pohuwato.
“Sebagai pimpinan DPRD kami memberikan apresiasi dan mengucapkan terima kasih atas kehadiran bapak Wamen di Bumi Panua,” ujar Beni Nento.
Wakil Bupati Pohuwato, Iwan Adam dalam sambutannya pada rapat peripurna itu mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk bekerja sama dan bergandengan tangan dalam membangun pemerintahan Kabupaten Pohuwato.
Dirinya juga menekankan bahwa pola lama yang tidak menghargai DPRD, Bupati, Wakil Bupati, serta seluruh unsur pemerintahan harus ditinggalkan.
“Kalau kita masih mempertahankan konsep yang tidak saling menghargai, mau jadi apa daerah ini?” tegasnya.
terakhir Iwan Adam mengingatkan bahwa di usia ke-22 tahun, Kabupaten Pohuwato telah mencapai tingkat kedewasaan dalam pembangunan dan pemerintahan. Oleh karena itu, ia menekankan perlunya langkah-langkah strategis dalam menghadapi tantangan ke depan.
(GOL – 03)




































