POHUWATO (GOL) – Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (BADKO HMI) Sulawesi Utara-Gorontalo secara tegas menyatakan mosi tidak percaya terhadap Kepolisian Republik Indonesia (POLRI). Pernyataan ini dilatarbelakangi oleh tiga peristiwa kekerasan brutal yang dilakukan oleh aparat kepolisian terhadap kader dan aktivis HMI di berbagai daerah.
Ketua Bidang Hukum, Pertahanan, dan Keamanan BADKO HMI SULUTGO, Harun Alulu, mengecam keras tindakan represif aparat yang dinilai tidak lagi mencerminkan peran POLRI sebagai pengayom masyarakat.
“POLRI hari ini bukan lagi alat negara. Ia telah menjelma menjadi mesin kekerasan terhadap rakyat. Membakar massa aksi, menyiram bensin ke mahasiswa lalu membakar hidup-hidup, ini bukan insiden. Ini sistematis, dan ini adalah kejahatan negara,” tegas Harun.
Tiga Tragedi Kekerasan oleh Aparat:
- Pohuwato – 21 Juli 2025
Seorang kader HMI berinisial MW mengalami luka bakar serius setelah oknum polisi menendang ban terbakar ke arah massa aksi. Kejadian ini dinilai sebagai percobaan pembakaran, bukan bagian dari prosedur pengamanan.
- Kalimantan Utara – 17 Juli 2025
Tiga kader HMI terbakar hidup-hidup diduga akibat disiram bensin oleh aparat saat melakukan aksi damai. Tubuh para mahasiswa tersebut menjadi “obor hidup” dalam tragedi yang disebut sebagai pelanggaran HAM berat.
- Gorontalo – April–Mei 2025
Aktivis lingkungan yang vokal mengkritik tambang ilegal diintimidasi, dianiaya, dan diteror oleh orang tak dikenal. Hingga kini, kasus tersebut belum ditindaklanjuti dan diduga diabaikan oleh Polres Gorontalo.
Sikap Resmi BADKO HMI SULUTGO:
- Evaluasi Total POLRI
POLRI dinilai telah kehilangan mandat moralnya. BADKO HMI SULUTGO mendesak Presiden RI dan DPR RI untuk segera membentuk Tim Audit Independen Nasional guna mengevaluasi kekerasan sistemik di tubuh kepolisian.
- Copot & Adili Pelaku Kekerasan
BADKO HMI menuntut Kapolri untuk mencopot Kapolda Gorontalo dan Kapolda Kalimantan Utara serta menyerahkan seluruh pelaku kekerasan kepada pengadilan umum, bukan disembunyikan di balik seragam dinas.
- Lakukan Reformasi Struktural POLRI
Mereka mendesak penghentian pendekatan keamanan bergaya militeristik dan mendorong reorientasi institusi POLRI agar kembali menjadi pelindung dan pengayom masyarakat, bukan menjadi alat represi negara.
- Seruan Konsolidasi Nasional
BADKO HMI SULUTGO menyerukan konsolidasi besar-besaran seluruh kader HMI dan elemen gerakan mahasiswa untuk melawan kekerasan negara. Jika negara gagal mengadili aparat pelanggar hukum, maka jalanan akan menjadi pengadilan rakyat.
(GOL – 03)




































