Pohuwato – Aktivitas pertambangan di desa Bulangita kecamatan Marisa kembali beroperasi. Sejumlah alat terpantau tengah menggali material di lereng gunung menggunakan alat berat jenis Ekscavator.
Aktivitas tambang tersebut menyebabkan pendangkalan sungai dari Bulangita melewati desa teratai dan berakhir di desa Palopo kecamatan Marisa. Akibat pendangkalan itu, warga desa teratai dan desa Palopo di hantui oleh banjir.
Tak hanya itu, Akibat dari pertambangan tersebut menyebabkan Fasilitas Umum berupa jalan penghubung antara desa teratai dan desa Bulangita rusak berat.
Seorang pengendara motor yang melintasi jalan itu, meminta pemerintah daerah kabupaten Pohuwato tidak menutup mata. Ia pun berharap Bupati dan wakil bupati bisa meninjau langsung.
“ini jalan rusak gara – gara Ekscavator jaga lewat akan,belum lagi kalau ujan jaga banjir,boleh minta tolong bilang sama pak Bupati,Lia kamari dulu Torang di ini ati,”. Ungkap seorang ibu yang meminta identitasnya tidak di sebutkan.
Pantauan Awak media pada Minggu 22 Februari 2026, terlihat tanggul setinggi 4 meter di sepanjang sungai Bulangita dan teratai.
Di duga kuat, tanggul itu berasal dari normalisasi sungai. Jika tanggul itu di biarkan begitu saja, maka akan berdampak pada masyarakat yang berada di hilir. Sebab, tanggul itu hanya terbuat dari pasir bercampur lumpur tanpa di barengi dengan pemadatan menggunakan alat berat.




































