POHUWATO GOL – Penambang lokal di Kabupaten Pohuwato, kini tak beraktifitas seperti biasanya. Hal ini berdampak pada perekonomian pasar, pasalnya para penambang yang biasanya membeli bahan pokok yang besar-besaran kepada para pedagang, dalam hal ini memberikan keuntungan bagi para pedagang.
Akan tetapi berkurangnya aktifitasnya para penambang membuat para pedagang merasakan penurunan pendapatannya, hal ini mendapatkan respon dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Pohuwato (UNIPO).
Sekretaris Jendral, Hardiknas Dulman merespon hal tersebut, dirinya mendesak pemerintah daerah untuk segera mengambil tindakan untuk mengatasi masalah ini. Karena kekhawatirannya dengan penurunan aktivitas penambang ini akan berakibat fatal bagi perekonomian pasar, khususnya, pasar tradisonal Marisa.
“Kami mendesak pemerintah daerah untuk segera mengambil langkah-langkah yang kongkrit untuk mengatasi masalah ini. Pemerintah daerah harus memberi solusi.” kata Sekjen BEM UNIPO, Kamis, (02/05/2024)
Menurutnya, dengan tidak beraktifitasnya para penambang lokal itu, sangat berdampak terhadap perputaran ekonomi pasar. Sebab kata dia, penambang merupakan pembeli utama bagi para pedagang di pasar.
“Penurunan aktivitas penambang ini berdampak besar bagi perekonomian masyarakat, terutama bagi para pedagang yang biasa berjualan di pasar tradisonal marisa.” lanjutnya.
Lanjut, kata Diknas (sapaannya), dengan tidak beraktivitasnya para penambang lokal, hal ini sangat berdampak besar bagi para pedagang yang berada di pasar. Sehingganya, Pemerintah Daerah harus memberikan solusi terkait permasalahan ini.
“Jangan sampai permasalahan ini terus berlarut, Sehingganya dampak dari masalah ini berpengaruh terhadap ekonomi pedagang kecil yang ada di pasar tradisonal Marisa,” pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, Muna, salah satu penjual rempah-rempah di Pasar tradisional Marisa mengungkapkan, sejak para penambang lokal tidak lagi melakukan aktivitasnya, mereka sebagai penjual bahan pokok, juga merasakan dampaknya.
“Ya, kami sangat merasakan dampaknya pak, semenjak para penambang tidak lagi mambang,” ungkap Muna, saat di wawancarai oleh awak media, Rabu, (01/05/2024).
Hal yang sama pun di rasakan oleh penjual ikan, dimana Nur Ain salah satu penjual ikan di Pasar Tradisional Marisa, mejelaskan akibat para penambang tidak lagi beraktivitas, pendapatan penjual ikan menurun.
“Torang saja so dapa rasa susah olo eey, cuman dorang yang jaga ba borong ikan,” pungkas Nur Ain.
(GOL – 03)




































