POHUWATO GOL – Ketua Panitia Khusus (Pansus) DPRD Kabupaten Pohuwato, Nasir Giasi, menegaskan bahwa kelestarian lingkungan menjadi salah satu poin penting yang mendapat perhatian serius dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2025–2029.
Hal ini disampaikannya usai pelaksanaan Rapat Paripurna Ke-21 DPRD Pohuwato dengan agenda Pembicaraan Tingkat II dan Penandatanganan Berita Acara Persetujuan Bersama atas Raperda RPJMD, Selasa (12/08/2025).
“Angka kelestarian lingkungan itu menjadi perhatian kita. Bicara soal lingkungan, kita sudah sama-sama tahu bahwa dalam indeks Sustainable Development Goals (SDGs) maupun Millennium Development Goals (MDGs), kondisi lingkungan kita berada pada kategori merah. Itu hasil penilaian yang tercatat dalam RPJMD,” ungkap Nasir.
Ia menjelaskan, selama lima tahun ke depan DPRD menitipkan pesan kepada pemerintah daerah agar kelestarian lingkungan benar-benar dijadikan prioritas, sehingga target-target dalam dokumen RPJMD dapat tercapai.
Terkait makna kategori merah, Nasir menyebut bahwa hal tersebut memang menunjukkan kondisi yang mmemprihatinkan
“Yang namanya merah, ya begitu. Itu berdasarkan dokumen resmi, dan pemerintah daerah pun mengakui bahwa pada lima tahun sebelumnya kondisinya memang demikian,” ujarnya.
Ketika disinggung soal kemungkinan kerusakan lingkungan akibat aktivitas pertambangan ilegal, Nasir menegaskan bahwa dalam dokumen RPJMD telah dimasukkan kebijakan yang mengacu pada Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).
“Kita mengunci agar tidak ada lagi penurunan status kawasan seperti cagar alam, hutan lindung, dan sebagainya. Cadangan hutan kita harus tetap terjaga, jangan sampai berkurang atau rusak,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa isu lingkungan bukan hanya terkait PETI (Pertambangan Tanpa Izin), tetapi mencakup seluruh aktivitas yang berpotensi merusak kawasan hutan.
“Dalam lima tahun ke depan, pemerintah daerah harus menjaga kelestarian cadangan hutan, tanpa memberikan izin kepada perusahaan atau pihak investasi yang dapat mengubah status kawasan hutan tersebut,” pungkas Nasir.
(GOL-03)




































