POHUWATO (GOL) – Anggota DPRD Kabupaten Pohuwato dari Daerah Pemilihan (Dapil) Kecamatan Marisa–Buntulia, Idris Kadji, melaksanakan kegiatan reses masa persidangan kedua tahun kedua masa jabatan 2024–2029 di Desa Pohuwato, Minggu (08/02/2026).
Kegiatan reses tersebut menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai aspirasi, mulai dari persoalan infrastruktur jalan, penguatan UMKM, bantuan bagi nelayan, hingga dampak aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah pesisir.
Dalam keterangannya, Idris Kadji menyampaikan bahwa seluruh usulan masyarakat telah dicatat dan akan diperjuangkan melalui pembahasan bersama pemerintah daerah, meskipun saat ini kondisi anggaran daerah masih sangat terbatas.
“InsyaAllah semua usulan masyarakat kami tanggapi dan kami catat. Namun, kami melihat anggaran daerah saat ini memang sangat minim. InsyaAllah aspirasi ini akan kami perjuangkan untuk anggaran tahun 2027 dan akan kami prioritaskan, khususnya untuk Desa Pohuwato,” ujar Idris.
Terkait keluhan infrastruktur jalan, Idris menjelaskan bahwa terdapat beberapa ruas jalan di tiga dusun yang menjadi perhatian, khususnya jalan di Dusun Keramat yang disampaikan langsung oleh masyarakat.
“Apa yang menjadi masukan dan usulan masyarakat, terutama di Dusun Keramat, sudah kami catat dan akan kami bawa ke pemerintah daerah,” tambahnya.
Selain itu, aspirasi dari pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) juga menjadi perhatian serius. Idris mengakui bahwa pada tahun anggaran 2026, pemerintah daerah belum mampu merealisasikan banyak program akibat pemotongan anggaran dari pemerintah pusat yang terjadi secara nasional.
“Kami mohon maaf kepada masyarakat, karena di tahun 2026 ini belum banyak yang bisa kami realisasikan. Pemotongan anggaran ini berlaku secara nasional, bukan hanya di Pohuwato,” jelasnya.
Meski demikian, Idris optimistis bahwa kondisi anggaran akan kembali normal pada tahun 2027. Ia menegaskan bahwa UMKM dan bantuan untuk nelayan akan menjadi prioritas utama, disusul pembangunan infrastruktur jalan.
“Prioritas kami ke depan adalah UMKM, kemudian bantuan bagi nelayan berupa perahu dan mesin. Infrastruktur jalan juga tetap menjadi bagian dari prioritas kami di tahun 2027,” tegasnya.
Menanggapi pertanyaan terkait keluhan masyarakat pesisir, khususnya di Desa Pohuwato dan Desa Pohuwato Timur mengenai dampak PETI, Idris mengungkapkan bahwa masyarakat Desa Pohuwato Timur mengeluhkan dampak sedimentasi yang menyebabkan air laut menjadi keruh sehingga mengganggu aktivitas nelayan.
“Keluhan ini sudah kami sampaikan kepada Bupati Pohuwato, dan alhamdulillah saat ini sudah mulai ditindaklanjuti,” pungkas Idris.
(GOL – 03)




































