POHUWATO (GOL) – Fanrio salah satu masyarakat kecamatan Taluditi kabupaten pohuwato merasa kecewa dengan sikap pemerintah daerah dan aparat penegak hukum terkesan melakukan pembiaran atas aktifitas pertambangan tanpa ijin.
“Isi hati yang syng kecewa dgn aparat hukum yang tidak tegas,,,sekalian bupati juga yang tidak menegur”, ungkapnya
Masyarakat Taluditi ini juga membeberkan dampak aktifitas pertambangan itu sangat besar, dimana dapat mengenangi areal persawahan, Banjir bandang di kecamatan Randangan jika bendungan jebol, hingga mengancam keberadaan bandara panua.
“Bisa meluap sudah pasti…bendungan besar yang randangan lama lama kelamaan pasti akan jebol juga.begitu besar dampak arus air dari Taluditi”, Bebernya
“setelah Bendungan jeboll randangan sekitarnya pasti akan kebanjiran termasuk bandara,Beberapa minggu kemarin sja di taluditi.hujan tidak sampai satu hari air sudah meluap sangat sangat deras dirumah warga.karna pohon pohon penopang air sudah tidak bisa lagi menghalanginya.apa lagi jikalau aktifitas peti tidak dihentikan…Hancur sudah ladang ladang sawah kami”, Tambahnya
Fanrio juga mengatakan bahwa aktifitas di wilayah Taluditi masih terus berlangsung, dimana sering terlihat olehnya adanya mobilisasi peralatan tambang hingga distribusi solar.
“tapi kami selalu melihat alat naik ke atas smbil membawa perlengkapan kerja mreka solar dan bahan makanan mereka”, ungkapnya
Sebagai warga Taluditi, iapun mengigatkan dampak aktifitas itu sangat besar, olehnya dia (Fanrio) berharap pemerintah dan aparat penegak hukum tak menutup mata.
“Harapan kami masyarakat bupati membuka mata dan jagan tutup telinga dengan aktifitas peti yang ada dikecmtan tluditi dan beberapa kecmtan yang lain.karna bupati kita tau bersama orang Nomor satu di kab yang berhak dan punya kuasa”,. Katanya penuh harap




































