GORONTALO (GOL) – Transformasi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Amai Gorontalo merupakan tonggak sejarah baru bagi kemajuan pendidikan tinggi Islam di Provinsi Gorontalo. Perubahan status ini tidak hanya menjadi kebanggaan sivitas akademika, tetapi juga membuka peluang yang lebih luas dalam pengembangan keilmuan, riset, dan pengabdian kepada masyarakat.
Menanggapi hal tersebut, presiden DEMA UIN Sultan Amai Gorontalo, Rizki Abas, mengajak seluruh mahasiswa untuk mengambil peran aktif dalam menyosialisasikan transformasi kampus kepada masyarakat luas.
Menurutnya, perubahan dari IAIN menjadi UIN bukan sekadar pergantian nama, melainkan bentuk komitmen dalam meningkatkan kualitas pendidikan, memperluas disiplin ilmu, serta memperkuat kontribusi perguruan tinggi bagi pembangunan daerah dan bangsa.
“Transformasi menjadi UIN adalah momentum besar bagi kampus kita. Oleh karena itu, mahasiswa harus menjadi garda terdepan dalam menyampaikan informasi yang benar kepada masyarakat, sehingga mereka memahami bahwa perubahan ini merupakan langkah maju untuk meningkatkan mutu pendidikan dan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Rizki.
Ia menegaskan bahwa mahasiswa memiliki peran strategis sebagai agen perubahan sekaligus jembatan informasi antara kampus dan masyarakat. Dengan semangat kolaborasi, seluruh mahasiswa diharapkan mampu menjadi duta transformasi yang menyampaikan berbagai manfaat kehadiran UIN Sultan Amai Gorontalo.
Presiden DEMA juga mengajak seluruh organisasi kemahasiswaan untuk bersama-sama membangun citra positif kampus melalui kegiatan sosialisasi, edukasi, pengabdian kepada masyarakat, serta pemanfaatan media digital sebagai sarana penyebaran informasi yang akurat.
Selain itu, Rizki Abas menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam mewujudkan transformasi IAIN Sultan Amai Gorontalo menjadi UIN Sultan Amai Gorontalo.
“Atas nama keluarga besar mahasiswa, kami menyampaikan penghargaan dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada pemerintah, Kementerian Agama Republik Indonesia, pimpinan kampus, Senat, seluruh dosen, tenaga kependidikan, alumni, tokoh masyarakat, serta seluruh sivitas akademika yang telah bekerja keras, memberikan dukungan, dan mengawal proses transformasi ini hingga terwujud. Keberhasilan ini merupakan hasil kerja kolektif yang patut kita syukuri dan jaga bersama,” terangnya.
Ia berharap perubahan status ini menjadi awal lahirnya berbagai inovasi dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, serta semakin memperkuat posisi UIN Sultan Amai Gorontalo sebagai perguruan tinggi Islam yang unggul, kompetitif, dan berkontribusi bagi kemajuan Gorontalo dan Indonesia.
” Mari kita jadikan perubahan ini sebagai semangat baru untuk berkarya, berprestasi, dan mengabdi. UIN Sultan Amai Gorontalo adalah milik kita bersama, dan sudah menjadi tanggung jawab seluruh mahasiswa untuk memperkenalkannya kepada masyarakat sebagai kampus yang unggul, inklusif, dan berdaya saing,” tutup Rizki Abas.
Bersama Mengawal Transformasi, Bersama Membangun Peradaban. (GoL-03)




































