Gorontaloonline.id – Partai golkar kabupaten pohuwato punya andil besar dalam tumbuh kembangnya bumi panua pasca di mekarkan dari kabupaten boalemo pada 2003 silam.
Andil besar itu tak lepas dari peran sosok Syarif Mbuinga sebagai ketua DPD II selama tiga periode. Ditanggannya pula,partai golkar mampu mempertahankan dominasi kursi di parlemen bumi.Bukan hanya itu, partai golkar pun mampu mempertahankan kursi eksekutif selama 10 Tahun.
Atas raihan tersebut tak lepas dari king maker atau tokoh bayangan yang hingga kini aktif dan memiliki pengaruh kuat pada penentuan kursi eksekutif. Peran kuat ini bisa di lihat dimana kursi eksekutif masih di duduki oleh saudaranya. Contoh lebih dekat lagi, peran king maker pada pemilu kali ini hampir saja membuat golkar kehilangan banyak kursi. Kondisi itu berbanding terbalik di saat Syarif Mbuinga masih ketua DPD II Golkar.
Alasan lain dari beralihnya king maker ke partai penguasa, hal ini di karenakan bupati saat ini merupakan ketua DPC Gerindra pohuwato. Ambisi meraih palu di parlemen tentu jadi bagian tak terpisahkan dari partai penguasa. Sebab palu sidang jadi penentu kebijakan berjalan lancar sebaimana keinginan eksekutif.
Golkar Di Tangan Nasir
Pemilu kali ini adalah ujian bagi Nasir Giasi sebagai ketua DPD II Golkar Pohuwato di periode pertamanya. Dimana bertanggung jawab menjaga keutuhan kursi dan tetap jadi pemenang pileg khususnya di parlemen bumi panua merupakan amanah partai pasca Syarif Mbuinga.
Meski berperan sebagai ketua DPD II golkar dan peserta pemilu di dapil neraka, Nasir giasi menampakan dirinya sebagai sosok leader tangguh tanpa tokoh bayangan di belakangnya.
Ketangguhan itu di buktikan oleh raihan kursi yang berhasil di capainya,meski kehilangan tiga kursi di parlemen.Perolehan tujuh kursi dinilai lebih dari cukup untuk ukuran ketua DPD yang memiliki jabatan di legislatif bukan di Eksekutif.
Seperti contoh yang terjadi di kabupaten gorontalo utara, dimana bupatinya dari partai golkar, namun raihan kursi pada pemilu 2024 hanya berkisar empat kursi dan berpotensi tak menduduki kursi pimpinan DPRD.
Di kabupaten gorontalo, Partai golkar pada pemilu 2019 lalu hanya meraih posisi kedua dan menduduki wakil ketua DPRD. Pada pemilu kali ini, berdasarkan informasi yang beredar, partai Golkar berhasil meraup sembilan kursi, secara otomatis mengeser dominasi partai PPP. Hal ini berkat kerja-kerja mesin politik yang tak lepas dari peran ketua DPD II juga sebagai wakil bupati.
Kondisi kabupaten gorontalo hampir sama, dimana wakil bupati berasal dari golkar, namun sayangnya di kabupaten pohuwato Suharsi Igirisa tak pernah hadir di kampanye golkar di lima dapil.
Meski tak pernah hadir dalam kampanye, di kutip dari media lokal pohuwato, Suharsi Igirisa tetap menyatakan dirinya sebagai kader golkar.
Dengan uraian diatas, andai saja Suharsi Igirisa sebagai kader golkar hadir dalam setiap kampaye, maka bisa di pastikan partai golkar pohuwato tak kehilangan banyak kursi. Bisa jadi, kalau sang wakil bupati berperan untuk golkar di wilayah barat sebagai basisnya, maka golkar dapil empat itu bisa menambah satu atau dua kursi dari kursi sebelumnya.
Belum juga usai dan menikmati kerja-kerja partai, kini Nasir Giasi di perhadapkan dengan pilkada serentak,namanya pun masuk dalam bursa calon bupati pohuwato dan telah beroleh rekomendasi dari DPP Golkar.
Dengan demikian,Besar kemungkinan Nasir Giasi akan berhadapan dengan incumben yang dibelakangnya terdapat king maker.
Belakangan,diskusi di warung kopi menunjukan bahwa Nasir Harus berani melawan. Jika tidak, masa emasnya akan luntur seiring dengan ketidakmampuannya menentukan sikap.Bahkan, jika Nasir tak maju pilkada tahun ini, maka pemilu 2029 nanti Golkar akan kehilangan lebih banyak kursi di banding pemilu kali ini. sebab dominasi kursi akan direbut oleh partai Gerindra, Nasdem, PKB dan bisa jadi PPP.
Beranikah Nasir Giasi melawan?
Kita tunggu saja!
Catatan : Jundi Dai
Ketua Aliansi Jurnalis Pohuwato 2020-2023




































