Pohuwato : Pembongkaran Kamp penambang masih terjadi di wilayah pertambangan desa Hulawa,kecamatan Buntulia,kabupaten Pohuwato. Tak hanya itu, penambang pun kesulitan menembus akses jalan menuju lokasi.
Konflik ini telah berlangsung lama,dimana lokasi yang sebelumnya di kelola oleh masyarakat penambang, telah masuk dalam wilayah konsesi dan di kelola oleh perusahaan.
Kondisi inilah yang telah memicu aksi unjuk rasa ribuan penambang pada 21 September 2023 lalu yang mengakibatkan terbakarnya kantor bupati Pohuwato.Sekitar tiga puluhan orang di tangkap dan di jebloskan ke penjara.
Melihat masalah yang sama kembali muncul di bulan September 2026,Aktivis pohuwato mendesak pemerintah daerah dan DPRD dapat mencari solusi untuk mencegah aksi tiga tahun kemarin terulang kembali.
“Beberapa hari kemarin ada informasi terjadi ketegangan antara Penambang lokal dengan pihak perusahaan, sebaiknya bupati dengan ketua DPRD turun langsung mencarikan solusi,”. Ucap Irfan.
Irfan juga menambahkan “pencegahan konflik makin luas itu penting,”. Katanya.
Selain itu,Irfan pun mengingatkan pemerintah daerah di tengah kemarau panjang di bumi panua,salah satu alternatif bertahan hidup hanya bisa datang mencari emas.
“Sekarang ini lagi kemarau,petani tidak bisa menanam,nelayan sulit melaut,harga – harga makin naik,salah satu jadi penopang perputaran ekonomi Pohuwato cuma di tambang, sekarang kalau Kem di bongkar,jalan ditutup,kemana mereka kasiang,”.
Diakhir,Aktivis Alumni LK III HmI ini mengingatkan pemerintah daerah dan DPRD agar segera keluar dari ruang ber-AC untuk mencegah amarah rakyat makin panas dari panasnya matahari di musim kemarau.
“Kondisi rakyat penambang saat ini lagi butuh kehadiran pemerintah, DPRD,jangan keenakan duduk di belakang meja,diruang ber AC, sementara rakyat harus bertahan hidup di tengah musim kemarau,”. pintanya.
“Datang melihat nasib penambang di Hulawa itu cukup naik ojek,tidak perlu naik pesawat,”. Tandasnya.




































