Gorontaloonline.id – Usai pemilu, partai golkar pohuwato mengusulkan pemecatan atas suharsi igirisa,usulan ini lahir dari rapat pleno pinhar DPD II golkar, pasalnya mantan ketua DPRD pohuwato dari fraksi golkar itu di duga secara diam-diam membelot dari partai yang telah membesarkan namanya.
Mendengar hal itu, Suharsi Igirisa mengaku masih kader golkar hingga saat ini, namun pengakuan itu tidak seimbang dengan perolehan suara dari dapil empat popayato cs.Bahkan secara terang-terangan suharsi igirisa mengaku mendukung anaknya yang maju dari partai gerindra.
“Terkait saya dituding mendukung calon lain, biarkan publik yang menilai, saya kan jelas mendukung anak saya, orang tua mana yang tidak akan mendukung anaknya. Demikian juga saya,” katanya di kutip dari media wartanesia.id
Seakan tak bertanggungjawab dengan perolehan suara parlemen bumi panua, Suharsi tak pernah hadir dalam kampanye dialogis partai golkar. Meski begitu ia mengaku masih berkomunikasi dengan ketua DPD I golkar provinsi gorontalo Rusli Habibie.
“Alhamdulillah, sampai detik ini beliau Pak Rusli masih komunikasi baik, saya masih kader partai, dan saya pun masih berkontribusi manaka di butuhkan”, masih di kutip dari media yang sama.
Suharsi tampaknya lupa,dimana dengan perolehan 10 kursi golkar pohuwato telah mampu memenangkannya di pilkada lalu, seperti contoh di dapil tiga pasangan SMS menang telak dari pasangan lain, disana terdapat tiga kursi golkar yang all out menangkan SMS.
Di dapil empat pun demikian, dimana golkar memiliki dua kursi bersama partai koalisi mampu mengantarkan kemenangan SMS atas pasangan lainnya.
Keberadaannya di eksekutip,semestinya mampu menambah kursi dari popayato cs, Namun hasilnya berbeda, bahkan partai golkar di popayato cs hampir kehilangan satu kursi.
Apa yang di lakukan suharsi tampak berbeda dengan masa Syarif Mbuinga dieksekutip. Di akhir masa jabatannya mampu menambah kursi Parlemen Bumi dari sembilan ke sepuluh.




































