POHUWATO (GOL) – Dewan Pengawas (Dewas) Perumdam Tirta Moolango Kabupaten Pohuwato, Rinto W. Ali, angkat bicara mengenai keluhan warga terkait adanya oknum pelanggan aktif yang menggunakan mesin penyedot (alkon) untuk menarik air langsung dari pipa jaringan. Tindakan tersebut dilaporkan telah memicu melemahnya tekanan air dan menyusahkan para pelanggan lain di area sekitarnya. Sabtu (06/06/2026).
Saat dikonfirmasi pada Jum’at (05/06/2026), Rinto W. Ali menjelaskan bahwa berdasarkan penelusuran, aktivitas penyedotan air tersebut sejatinya tetap terkoneksi dan tercatat pada meteran pemakaian resmi milik pelanggan yang bersangkutan. Namun, ia tidak menampik bahwa metode penarikan air menggunakan mesin secara paksa ini berdampak buruk bagi lingkungan sekitar.
“Jadi, air yang disedot itu tetap tercatat karena dia terkoneksi di meteran. Hanya saja, warga di seputaran area itu yang tersiksa karena tekanan air yang bisa disedot oleh pelanggan lain otomatis melemah,” Ujar Rinto.
Menyikapi laporan tersebut, pihak manajemen Perumdam Tirta Moolango bergerak cepat melakukan langkah penertiban di lapangan. Rinto menegaskan, pihaknya telah melayangkan peringatan keras secara lisan kepada oknum pelanggan agar segera menghentikan aktivitasnya.
“Kita sudah ingatkan dan berikan peringatan secara lisan agar jangan melakukan itu lagi. Bagian penanganan juga sudah turun untuk menertibkan,” Tegasnya.
Meskipun sempat muncul desakan dari masyarakat agar pihak Perumdam menjatuhkan sanksi yang lebih berat karena tindakan tersebut dinilai egois dan merugikan hak pelanggan lain, Rinto memastikan langkah persuasif dan preventif menjadi poin utama untuk saat ini. Kendati demikian, ia memberikan sinyal tegas bahwa sanksi yang lebih berat akan menanti jika aturan kembali dilanggar.
“Sanksi awal berupa peringatan sudah ada, kita ingatkan jangan diulangi. Tapi kalau mereka melanggar lagi dan tertangkap kembali, tentu akan ada tindakan yang lebih tegas,” Pungkas Rinto.
(GOL – 03)




































