Pohuwato – Tambang Bulangita kembali beroperasi pasca penertiban yang di lakukan oleh polres Pohuwato pada Januari lalu. Meski pertambangan ini menggunakan alat berat jenis Ekscavator,Polres Pohuwato tidak menemukan alat sedang beroperasi.
Aktivitas pertambangan ini di manfaatkan oleh oknum tertentu untuk meraup keuntungan dengan mendirikan portal atau pintu keluar masuk alat.
Kades Teratai Kecamatan Marisa Simson Hasan menyebut portal itu inisiatif dari masyarakat.
“masyarakat disitu yang bekeng, dorang ada bekeng itu untuk alat berat,cuma saya tidak tau Depe doi kemana,karena saya tidak ikut campur disitu kan,”. Ungkapnya.
“Kalau kemarin itu saya dengar keluar masuk, sekarang tidak tau bagaimana,”. Tambahnya.
Ia pun mengaku tidak mengetahui aliran uang dari portal tersebut.
“Saya tidak tau kemana Depe doi,”. Jelasnya.
Sebagai kepala desa, Simson merasa resah dengan aktivitas tambang di Bulangita. Pasalnya, masyarakat Desa teratai penerima dampak buruk dari tambang, Mulai dari banjir bercampur lumpur, sedimen hingga rusaknya fasilitas umum berupa jalan.
“itu yang bekeng resah sama saya,mulai dorang disitu baru tidak ada normalisasi,”.
Sebagai informasi, Tambang Bulangita merupakan pertambangan yang berada di ibukota kabupaten Pohuwato. Dampak buruknya sangat di rasakan oleh masyarakat di hilir, desa teratai,desa Palopo hingga sebagian desa pohuwato timur.




































