POHUWATO (GOL) – Ketua DPRD Kabupaten Pohuwato, Beni Nento, yang juga merupakan wakil rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) Kecamatan Marisa–Buntulia, melaksanakan kegiatan reses masa persidangan kedua tahun kedua masa jabatan 2024–2029 di Desa Pohuwato, Minggu (08/02/2026).
Kegiatan reses tersebut dimanfaatkan masyarakat untuk menyampaikan beragam aspirasi, mulai dari persoalan infrastruktur, banjir, hingga sektor pertanian. Menanggapi hal tersebut, Beni Nento menjelaskan bahwa keterbatasan kemampuan keuangan daerah saat ini masih berada dalam kondisi efisiensi, sehingga pemerintah daerah harus mengambil langkah-langkah alternatif dalam menjawab keluhan masyarakat.
Dalam wawancara usai kegiatan reses, Beni Nento mengungkapkan bahwa pemerintah daerah telah menyiapkan solusi melalui pemanfaatan Dana Belanja Tidak Terduga (BTT) yang saat ini tersisa sekitar Rp2 miliar, dari sebelumnya berkisar Rp3–4 miliar. Dari jumlah tersebut, hampir Rp1 miliar telah dialokasikan untuk menangani berbagai keluhan masyarakat.
“Contohnya penanganan di Uluawa, Taluduyunu di Sungai Taluduyunu, hingga Palopo, yang sudah dianggarkan kurang lebih Rp300 juta. Ini merupakan bentuk respon cepat pemerintah daerah terhadap aspirasi masyarakat,” jelas Beni.
Selain itu, Beni Nento juga menyampaikan bahwa pemerintah daerah telah merencanakan pendanaan tambahan melalui skema SMI dengan nilai sekitar Rp23 miliar. Menurutnya, jika skema tersebut disetujui, maka akan mampu mengakomodasi berbagai persoalan yang disampaikan masyarakat, termasuk penanganan banjir di Ibu Kota Kabupaten Pohuwato, Marisa.
“Penundaan pembayaran SMI ini, jika disetujui, InsyaAllah dapat meng-cover keluhan-keluhan masyarakat, termasuk persoalan banjir di Ibu Kota Marisa yang menjadi perhatian serius kita bersama,” ujarnya.
Terkait keluhan masyarakat Desa Pohuwato mengenai sawah yang mengalami gagal panen, Beni Nento memastikan bahwa persoalan tersebut telah mendapatkan penanganan dari dinas terkait. Pemerintah daerah, kata dia, telah menurunkan peralatan serta membangun kolaborasi antara petani, tokoh masyarakat, dan pihak lainnya.
“Alhamdulillah, sudah ada penanganan dari dinas terkait, alat sudah tersedia, dan ada kolaborasi antara petani, tokoh masyarakat, serta tokoh penambang yang turut membantu. InsyaAllah ke depan persoalan gagal panen ini tidak akan terulang lagi,” tutup Beni.
(GOL – 03)




































