POHUWATO (GOL) – Ketua DPRD Pohuwato, Beni Nento, menggelar Reses Masa Persidangan Kedua Tahun Kesatu Masa Jabatan 2024-2029, di Desa Teratai, Kecamatan Marisa, Kabupaten Pohuwato, Senin (06/02/25).
Ketua DPRD Pohuwato, Beni Nento, saat diwawancarai, mengenai pelaksaan reses tersebut dirinya mengungkapkan bahwa mendapati beberapa aspirasi terutama tentang perumahan layak huni serta pelaksanaan reses untuk DPRD Kabupaten Pohuwato juga sudah berakhir.
“Terkait reses ini kita sudah di atur di undang” jelas, bagi dprd Itu harus melaksanakan reses harus turun ke rakyat dan menampung aspirasi dan bagi kami 25 anggota dprd berakhir tadi untuk pelaksanaan reses,” ungkapnya.
“Untuk persoalan perumahan, masyarakat di kecamatan marisa apalagi terungkap bahwa pohuwato di tahun ini akan ada 21 perumahan untuk tiap desa, nanti kita akan siap kan anggarannya, sesuai penyapaiannya pak kadis tadi, dengan adanya pak wamen kesini pada tanggal 25 semoga pohuwato mendapatkan angin segar,” lanjutnya.
Mengenai persoalan penyebaran malaria di pohuwato yang kian marak, ketua DPRD itu, mengatakan dengan tegas untuk permasalahan ini harus menjadi perhatian kita semua.
“Malaria ini menjadi perhatian, DPRD, pemerintah termasuk bukan hanya dinas kesehatan tapi juga masyarakat dimana harus menjaga lingkungan dan kebersihan” tegas Beni.
Dirinya juga berangapan ini membutuhkan Peran pemerintah baik di tingkatan desa, kecamaran dan pemerintah itu sendiri. Bukan hanya karna malaria ini menjadi bagian dari dinas kesehatan saja, tetapi ada peran” baik itu TNI-Polri atau organisasi yang dapat memerangi malaria, karna dengan status malaria ini dapat mengancam kehidupan masyarakat kedepan.
Terakhir dirinya menjelaskan bahwa masalah ini akan didalami oleh DPRD, apakah malaria ini di sebabkan oleh kubangan-kubangan di Peti yang ditingalkan, apabila masalah ini di sebabkan oleh itu maka solusinya akan menutup kubangan-kubangan tersebut.
“Kami DPRD akan mendalami masalah ini, apakah malaria ini disebakan kubangan-kubangan atau peti yang ditingalkan, kalau itu yang ditingalkan berharapa ini bisa dicarikan solusinya, adaikan malaria ini berasal dari kubangan-kubangan peti maka ini yang akan kami carikan solusinya untuk menutup kembali kubangan itu,” jelas Beni.
“Untuk langkah cepat dari kami DPRD adalah melakukan foging, kami akan meminta kepada pemerintah melalui dinas kesehatan untuk cepat melakukan langkah itu, sehingahnya ini kita harus putuskan segera agar dapat bergerak dengan cepat,” pungkasnya.
(GOL – 03)




































