POHUWATO (GOL) – Wakil Bupati Pohuwato, Iwan S. Adam, menghadiri sekaligus memberikan materi dalam kegiatan Basic Training (Latihan Kader I) yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Teknik Informatika Universitas Pohuwato (Unipo), Jum’at (20/06/2025).
Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Kantor Camat Marisa, yang diikuti oleh puluhan peserta, panitia, serta turut dihadiri jajaran pengurus Komisariat Teknik Informatika dan anggota Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Pohuwato.
Dalam sambutannya, Wabup Iwan menyampaikan apresiasi terhadap eksistensi dan kontribusi HMI sebagai mitra kritis Pemerintah, yang telah banyak melahirkan alumni berpengaruh di berbagai bidang.
“Saya hadir mewakili Bapak Bupati untuk memberikan dukungan kepada kader-kader muda HMI. Ke depan, HMI diharapkan dapat terus memberi kontribusi nyata—baik dalam bentuk pemikiran kritis yang konstruktif, maupun dalam kaderisasi yang menghasilkan generasi unggul untuk membangun Bumi Panua,” ujar Iwan.
Alumni Universitas Sam Ratulangi ini juga mengingatkan bahwa generasi muda kini menghadapi tantangan berat, terutama dalam menghadapi kemajuan teknologi informasi dan digitalisasi.
“HMI, khususnya di Pohuwato, harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Banyak potensi daerah yang perlu diisi oleh kader dan alumni HMI, tentunya dengan kualitas dan kompetensi yang mumpuni,” pungkasnya.
Salah satu kader Komisariat Teknik Informatika yang diketahui juga sebagai Demisioner, ketua Komisariat periode 2023-204, Abd. Raja Dunda, menyambut baik kehadiran Wakil Bupati Pohuwato dalam kegiatan Basic Training tersebut.
“Kehadiran Wabup Iwan merupakan bentuk dukungan nyata dari Pemerintah Daerah terhadap proses kaderisasi di HMI. Kami sebagai kader HMI Teknik Informatika berkomitmen untuk menjadi insan akademis, pencipta, pengabdi yang bernafaskan Islam dan siap menjawab tantangan zaman,” ujar Abdul.
Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi ruang konsolidasi intelektual sekaligus pembentukan karakter kader HMI yang siap turun ke masyarakat dengan kompetensi digital yang kuat.
Sementara itu, Master of Training (MoT) kegiatan, Andi Muh. Maulana Asmar, menegaskan bahwa LK 1 bukan sekadar forum pelatihan biasa, melainkan langkah awal dalam membentuk identitas kader HMI yang militan dan progresif.
“Kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai dasar perjuangan HMI kepada para peserta. Kami berharap kader yang dilahirkan mampu menjadi pemimpin masa depan yang peka terhadap perubahan sosial dan teknologi,” ucap Maulana.
Ia juga menegaskan pentingnya peran kader HMI dalam mengisi ruang-ruang strategis di era disrupsi teknologi dengan semangat keislaman dan intelektualitas.
(GOL – 03)





































