POHUWATO – Upaya membantu masyarakat menghadapi dampak kemarau di Kabupaten Pohuwato terus dilakukan oleh Yayasan Rakyat Tunas Indonesia Maju (YR TIM).
Memasuki hari kedelapan, YR TIM Distribusikan 26.400 liter air bersih ke masyarakat yang berada di tiga wilayah, yakni Kecamatan Marisa, Buntulia dan Duhiadaa.
Jika diakumulasikan sejak aksi sosial tersebut dimulai, total air bersih yang telah disalurkan YR TIM selama delapan hari mencapai 193.400 liter.
Koordinator YR TIM, Jufrin Harun, mengatakan distribusi air bersih ini merupakan bentuk kepedulian YR TIM terhadap masyarakat yang mulai kesulitan mendapatkan air bersih akibat kondisi kemarau.
“Ini merupakan hari ke-8 kami melakukan distribusi air bersih. Hari ini sebanyak 26.400 liter kembali kami salurkan untuk masyarakat di tiga kecamatan, yaitu Marisa, Buntulia dan Duhiadaa,” ujar Jufrin, dikutip Rabu (9/9/2026).
Jufrin menegaskan, aksi tersebut belum akan berhenti. YR TIM berkomitmen melanjutkan distribusi air bersih selama dampak kemarau masih dirasakan masyarakat dan kebutuhan terhadap air bersih masih cukup tinggi.
Menurutnya, capaian distribusi sebanyak 193.400 liter tidak hanya menjadi catatan jumlah bantuan yang telah diberikan, tetapi juga menunjukkan konsistensi YR TIM dalam merespons kebutuhan dasar masyarakat di tengah kondisi kemarau.
“Kami akan terus berupaya membantu masyarakat. Selama musim kemarau masih berlangsung dan masyarakat masih membutuhkan air bersih, kami akan terus melakukan distribusi sesuai dengan kemampuan kami,” jelasnya.
Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban warga, terutama masyarakat yang harus menghadapi keterbatasan air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Delapan hari aksi distribusi air bersih ini sekaligus memperlihatkan upaya YR TIM untuk hadir secara langsung di tengah masyarakat. Di saat kemarau berkepanjangan mulai memengaruhi ketersediaan air, gerakan sosial tersebut diarahkan untuk membantu memenuhi salah satu kebutuhan paling mendasar masyarakat.
YR TIM memastikan kegiatan kemanusiaan tersebut akan terus dilakukan dengan menyesuaikan kondisi di lapangan serta kemampuan distribusi yang tersedia.




































