POHUWATO (GOL) – Kecaman terhadap tindakan represif dua oknum anggota Polres Pohuwato kembali disuarakan, kali ini dari mantan Ketua Umum HMI Komisariat Teknik Informatika, Abd. Rajak Dunda, menyampaikan keprihatinan mendalam atas luka bakar yang dialami Moh. Wahyu, kader HMI Cabang Pohuwato sekaligus anggota aktif Komisariat Teknik Informatika.
Dalam pernyataannya, ia menegaskan bahwa kekerasan terhadap kader bukan hanya serangan fisik, tetapi juga serangan terhadap nilai-nilai perjuangan intelektual dan moral yang dijunjung oleh Himpunan Mahasiswa Islam.
“Moh. Wahyu bukan hanya kader biasa. Ia adalah bagian dari keluarga besar HMI Teknik Informatika. Melihat dia menjadi korban kekerasan aparat adalah luka bagi kami semua,” ucapnya dengan nada tegas.
Ia mengecam keras sikap brutal aparat dalam menghalau aksi damai dan meminta Kapolres Pohuwato mengambil langkah serius tanpa menyembunyikan pelaku di balik kekuatan institusional.
“Tindakan menendang ban terbakar ke arah massa hingga mengakibatkan luka bakar bukan tindakan manusiawi. Kami menuntut keadilan, bukan alasan. HMI bukan organisasi yang bisa dibungkam dengan kekerasan,” lanjutnya.
Mantan Ketua Komisariat itu juga menegaskan bahwa kejadian ini harus menjadi momentum pembenahan institusi kepolisian agar tidak lagi menjadi alat penindasan rakyat yang sedang menyuarakan keadilan.
“Kami mendukung penuh langkah HMI Cabang Pohuwato dalam menuntut pencopotan pelaku. Jika suara kami tidak digubris, maka gelombang perlawanan dari komisariat hingga cabang akan terus bergerak,” tutupnya.
Dengan pernyataan ini, solidaritas lintas generasi dalam tubuh HMI kian kuat, mempertegas bahwa insiden ini bukan sekadar pelanggaran prosedur, tetapi juga ancaman nyata terhadap demokrasi dan nilai-nilai keadilan sosial.
(GOL – 03)





































