POHUWATO (GOL) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pohuwato menerima aksi unjuk rasa yang digelar oleh Aliansi Mahasiswa Peduli Daerah pada Senin (29/06/2026). Aksi tersebut membawa dua tuntutan utama terkait persoalan perbankan dan ritel modern di wilayah Pohuwato.
Usai menerima massa aksi, Ketua Komisi II DPRD Pohuwato, Nirwan Due, yang didampingi anggota Komisi II, Rijal Pasuma, menyatakan bahwa pihaknya berkomitmen penuh untuk menindaklanjuti aspirasi dari dua aliansi mahasiswa yang berbeda tersebut.
”Aspirasi pertama berkaitan dengan masalah BRI yang saat ini informasinya sudah berproses di Polda Gorontalo. Tentu kami akan mengundang pihak terkait dalam rangka memastikan dan mencari kejelasan penyelesaian persoalan di tingkat bawah,” ujar Nirwan.
Nirwan menambahkan, persoalan kedua yang dibawa mahasiswa adalah mengenai operasional Indomaret yang berhubungan langsung dengan hak-hak karyawan serta perlindungan terhadap konsumen.
”Dua poin ini akan kami tindak lanjuti melalui Rapat Dengar Pendapat (RDP) paling lambat hari Senin depan. Kami akan sesuaikan dulu dengan jadwal rapat lainnya yang sudah terprogram,” jelasnya.
Terkait kasus BRI, Nirwan Due mengungkapkan adanya perbedaan data yang cukup signifikan antara informasi awal penegak hukum dengan hasil investigasi lapangan yang dilakukan oleh aliansi mahasiswa.
”Informasi berkembang yang masuk dalam posisi hukum di wilayah Polda itu ada kurang lebih 24 nasabah yang menjadi korban dengan kerugian sekitar Rp1 miliar. Namun, dari hasil investigasi teman-teman aliansi, ternyata korbannya berkembang diduga mencapai kurang lebih 100 orang,” ungkap Nirwan.
Melalui RDP yang dijadwalkan nanti, DPRD Pohuwato akan mendalami selisih data tersebut untuk memastikan seluruh kerugian nasabah dapat diakomodasi dan dicarikan solusi terbaik.
(GOL – 03)





































