POHUWATO (GOL) – Penutupan akses jalan yang di lakukan oleh perusahaan PT.PETS selama ini menjadi urat nadi bagi penambang lokal masyarakat Pohuwato. ini merupakan bentuk ketidakadilan yang mencederai hak masyarakat atas sumber penghidupan. Jalan yang diblokir bukan hanya sekadar jalur transportasi, tapi simbol keterhubungan antara kerja keras dan harapan hidup.
Langkah yang di ambil tanpa solusi ini tak hanya memutus akses fisik, tapi juga mematikan roda ekonomi rakyat kecil yang menggantungkan hidup dari hasil tambang rakyat secara mandiri, Di balik kebijakan tersebut, ada wajah wajah lelah yang kini kehilangan harapan, ada keluarga yang kehilangan penghasilan, dan ada anak-anak yang terancam masa depannya.
Ironisnya, mereka yang selama ini menggantungkan hidup mereka dgn mengelola wilayah mereka sendiri malah justru ditekan untuk memikirkan sendiri nasib mereka, sementara kepentingan besar kerap diberi jalan lebar.
Pemerintah dan pihak terkait seharusnya menjadi pengayom, bukan penghambat. Penambangan rakyat bukan ancaman, tapi bagian dari sejarah panjang perjuangan hidup di wilayah ini karena mereka melakukan semuanya secara mandiri.
“Kami memahami pentingnya aspek keamanan perusahaan dan lingkungan, namun perlu ditegaskan bahwa banyak penambang yang selama ini telah beroperasi secara mandiri. Penutupan akses tanpa solusi alternatif justru memicu konflik yang berkepanjangan dan kesenjangan ekonomi dan ketidakpastian sosial di wilayah terdampak” ungkap Ketua PMII Cabang Pohuwato, Moh Hijrat Sumaga, Senin (14/04/25).
Oleh karena itu, pertama dirinya berharap kepada pemerintah dan DPRD agar segera melakukan dialog terbuka antara pemerintah, masyarakat penambang, dan pihak terkait lainnya guna mencari solusi terbaik agar tidak terjadi konflik yang berkepanjangan.
Kedua, ia berharap kepada Pihak perusahaan untuk membuka kembali akses jalan para penambang untuk sementara waktu sampai menemukan solusi terbaik untuk masyarakat penambang.
“karena melihat jalur yang harus ditempuh untuk sampai ke lokasi terlalu jauh dan lebih beresiko untuk keselamatan Mereka terlebih lagi untuk anak dan istri yang ikut serta mencari nafka untuk kehidupan sehari-hari” Lanjutnya.
“besar harapan kami kepada pemerintah daerah segera melahirkan solusi serta kebijakan yang adil untuk para penambang lokal, bukan kebijakan sepihak yang merampas hak hidup rakyat kecil” Pungkasnya.
(GOL-03)





































