POHUWATO (GOL) — Sebuah video yang diunggah akun Apriyulan Abdulah di media sosial Facebook pada Minggu (30/11/2025) memperlihatkan kondisi Pasar Tradisional Marisa yang tergenang air. Dalam video tersebut terlihat area pasar dipenuhi air yang diduga berasal dari curah hujan tinggi serta luapan dari muara yang berada di belakang pasar.
Unggahan itu kemudian mendapat perhatian publik, terutama terkait kondisi fasilitas pasar dan dampaknya terhadap aktivitas pedagang.
Menindaklanjuti hal tersebut, Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi (Perindakop) Kabupaten Pohuwato memberikan penjelasan resmi. Kepala Dinas Perindakop, Ibrahim Kiriman, saat dikonfirmasi pada Senin (01/12/2025) menjelaskan bahwa genangan air tersebut terjadi murni akibat intensitas hujan yang tinggi.
“Jadi ini diakibatkan intens hujan tinggi sehingga menimbulkan genangan air, tapi tidak lama setelah hujan airnya juga surut. Ini hanya air hujan saja. Tidak mengganggu pedagang,” ujar Ibrahim.
Ia menegaskan bahwa kondisi tersebut bukan kejadian baru, melainkan hal yang biasa terjadi saat musim hujan. Menurutnya, air hanya melintas dan kemudian mengalir ke saluran pembuangan yang memang tersedia di sekitar pasar.
“Tapi sering itu pasar, dan cuma air lewat itu,” jelasnya.
Ibrahim juga memastikan bahwa tidak ada hambatan yang signifikan terhadap aktivitas perdagangan. Genangan air terjadi sesaat dan kembali normal setelah hujan reda.
“Ini cuma air hujan dan ada muaranya ke saluran. Bukan tidak ada untuk solusinya, tapi ini hal yang sudah biasa pada musim hujan dan salurannya ada. Setelah hujan, airnya juga surut,” tambahnya.
Pemerintah daerah memastikan akan terus memantau kondisi pasar, terutama pada musim penghujan, untuk memastikan aktivitas pedagang tetap berjalan dengan lancar.
(GOL – 03)





































