POHUWATO – Melalui program Pasporia atau Paspor Ceria,Kantor Imigrasi Kelas III Non TPI Pohuwato hadir lebih dekat dengan masyarakat. Kali ini, masyarakat di kecamatan Paguat jadi sasaran pelaksanaan program tersebut.
Bertempat di Rumah Qur’an Yayasan Madinatul Khairaat Al Fatih, Desa Soginti, Kecamatan Paguat, Kabupaten Pohuwato, 13 orang melakukan pengurusan paspor untuk keperluan melaksanakan umrah.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas III Non TPI Pohuwato melalui Kasubsi Pelayanan dan Verifikasi Dokumen Keimigrasian, Rendji Sola Gracia Silalahi, menjelaskan program Pasporia adalah langkah jemput bola di tengah masyarakat.
“Tujuannya itu adalah untuk menyemarakkan HUT RI ke-81 dan juga seiring dengan arahan dari Dirjen Imigrasi yaitu memudahkan pelayanan jemput bola. Hari ini pun kita datang ada di samping masyarakat,” kata Rendji,Sabtu 8 Agustus 2026.
Rendji mengatakan pelayanan di kecamatan Paguat terlaksana melalui kerja sama dengan Yayasan Madinatul Khairaat Al Fatih.
“Pelayanan hari ini itu ada pelayanan paspor yang bekerja sama dengan Yayasan Madinatul Khairaat Al Fatih di Desa Soginti, Kecamatan Paguat,” ujarnya.
“Adapun tujuan masyarakat hari ini membuat paspor itu kebanyakan yaitu untuk melaksanakan ibadah umrah,” sambungnya.
Program pasporia ini kata Rendji mendapat respon positif dari warga setempat,tanpa harus ke kantor imigrasi dan tidak meninggalkan pekerjaan dalam waktu lama.
“Alhamdulillah respons masyarakat itu sangat baik karena mereka bisa membuat paspor tanpa harus di waktu kerja sehingga waktu kerja mereka pun tidak terpotong,” ungkapnya.
Lebih lanjut kata Rendji, Pasporia akan hadir di tengah masyarakat jika terdapat masyarakat lebih dari 10 orang yang ingin mengurus paspor.
“Kalau misalnya di satu desa itu ada 10 hingga 15 orang, kita langsung datang ke sana tanpa harus mereka datang ke kantor,”Sehingga pelayanan itu lebih gampang dan persepsi orang bahwa membuat paspor itu hilang,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Yayasan Madinatul Khairaat Rumah Qur’an Al Fatih, Ustadz Otan Mamu, mengapresiasi langkah imigrasi dengan program pasporia yang langsung memberi pelayanan terhadap masyarakat.
“Kami menyampaikan terima kasih banyak terhadap Kantor Imigrasi Pohuwato yang istilahnya jemput bola,Ini tentu sangat memudahkan bagi calon jamaah atau bagi masyarakat yang hendak bepergian ke luar negeri, terutama ingin melaksanakan umrah,” ujar Otan.
“Bagi masyarakat khususnya Paguat, rata-rata mereka pekerjaannya petani dan penambang tradisional. Otomatis untuk ke Marisa itu butuh waktu yang luar biasa hingga menyita waktu mereka,” Pungkasnya.



































