KOTA GORONTALO (GOL) – Koperasi Unit Desa (KUD) Dharma Tani Marisa, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo bertekad menjadi koperasi modern dan berdaya saing lewat pengembangan bisnis dan penyempurnaan sistem berbasis teknologi demi tetap survive di era digital dan persaingan usaha yang semakin kompetitif.
Tekad itu ditunjukkan melalui Pelatihan Peningkatan Kapasitas selama tiga hari, Kamis-Sabtu, 15-17 Oktober 2026, yang meliputi pengembangan sistem digital dan pendalaman terhadap potensi bisnis yang bisa dikembangkan dalam jangka pendek, menengah dan panjang.
Peserta juga diberikan materi tentang pengelolaan organisasi, bagaimana memahami resiko dan membaca peluang usaha.
“Melalui pelatihan ini, bapak ibu menimba ilmu untuk pengembangan KUD. Mari bersama kita tunjukkan ke masyarakat luas bahwa KUD bisa tumbuh modern dan profesional,” kata Ketua KUD Dharma Tani Idris Kadji dalam salah satu sesi pelatihan.
Kegiatan pelatihan ini, yang didukung penuh PT Merdeka Gold Resources Tbk., juga membahas upaya untuk menumbuhkan keakraban antar pengurus dan anggota melalui perbaikan cara komunikasi untuk memupuk rasa saling percaya dan menghormati (mutual trust dan respect).
“tidak kurang penting dari itu semua adalah bagaimana anggota dan pengurus memperbaiki cara mereka berkomunikasi. Jika selama ini komunikasi hanya satu tahun sekali (lewat Rapat Anggota Tahunan RAT), sebaiknya dicoba meningkatkan frekuensi komunikasi, bisa lewat pengajian, arisan atau kegiatan olah raga,” kata Ermilian Thabrani, seorang pakar komunikasi yang menjadi salah satu pembicara dalam workshop.
Peserta pelatihan tampak antusias di setiap kegiatan dan aktif dalam tanya jawab serta terbuka menyampaikan gagasan masing-masing dalam suasana cair dan santai. Para pemateri yaitu Ermilian, praktisi pendidikan Yoenarsih, eks deputy di Kemenkop & UKM Edy Satrya dan advisor di MGR Soetan Sejati menyampaikan materi serius dan berat dengan cara santai, sehingga peserta antusias mengikuti pembahasan.
Lukman Ali, salah seorang peserta, mengatakan bahwa workshop ini menawarkan solusi nyata untuk memperbaiki kekurangan-kekurangan yang selama ini dimiliki KUD.
“Saya akan sampaikan ke anggota. Seluruh anggota harus faham dan bergerak bersama untuk memajukan KUD, Insya Allah,” tambahnya.
Peserta lain Arifin Maa mengaku bahwa dirinya mendapatkan banyak ilmu dari workshop selama tiga hari ini.
“Saya mengikuti kelas pengembangan sistem digital. Nantinya, KUD Dharma Tani akan memiliki app khusus yang berisi database dan juga sistem pembayaran, sehingga anggota bisa memantau real time berapa jumlah uang simpanan mereka,” ujarnya.
Randi Imran menambahkan bahwa sistem ini akan sangat memudahkan pekerjaan ke depan, di mana dirinya tidak perlu lagi membawa dokumen fisik bolak-balik mengingat semua sudah tersimpan rapi di sistem.
Selama pelatihan tersebut, peserta juga diminta langsung merancang pengembangan usaha yang mungkin dilakukan segera termasuk praktek membuat kalkulasi bisnis.
Semua yang hadir baik peserta dan pemateri berharap bahwa pada akhirnya KUD Dharma Tani mampu tumbuh profesional dan mandiri dan tidak lagi bergantung pada perusahaan mitra, PT Merdeka Gold Resources Tbk.
*Presrilis*





































