Pohuwato (GOL) – Kontingen Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Provinsi Gorontalo berhasil menorehkan prestasi membanggakan pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Catur ke-51 di Banten. Meski mengikuti kejuaraan dengan pembiayaan secara mandiri, para atlet Gorontalo mampu menunjukkan kemampuan dan bersaing di tingkat nasional.
Salah satu pencapaian penting dalam kejuaraan tersebut adalah keberhasilan dua atlet Gorontalo meraih gelar Master Nasional (MN). Prestasi ini sekaligus menambah jumlah pecatur Gorontalo yang menyandang gelar tersebut menjadi 19 orang.
Ketua Percasi Provinsi Gorontalo, Beni Nento, mengapresiasi perjuangan seluruh atlet dan rombongan yang telah membawa nama daerah dalam ajang catur tingkat nasional tersebut.
Ia menjelaskan, Kejurnas Catur ke-51 berlangsung pada 23–29 Oktober 2026 dan diikuti oleh peserta dari seluruh provinsi di Indonesia, dengan jumlah keseluruhan mencapai 941 orang.
Kejuaraan tersebut dipusatkan di Auditorium UIN Sultan Maulana Hasanuddin (SMH), Serang, Provinsi Banten.
“Alhamdulillah, Percasi Gorontalo mampu menunjukkan prestasi di Kejurnas Catur ke-51 Banten. Ini merupakan hasil dari kerja keras, semangat, dan perjuangan para atlet yang berangkat dengan pembiayaan mandiri. Kami sangat mengapresiasi seluruh atlet yang telah berjuang membawa nama Gorontalo,” ujar Beni Nento.
Menurutnya, kontingen Percasi Gorontalo mengirimkan 17 atlet yang terdiri atas empat atlet senior, enam atlet junior, dan satu atlet veteran.
Selain mengikuti pertandingan, rombongan Gorontalo juga membawa lima peserta untuk meningkatkan kompetensi wasit melalui kegiatan upgrading wasit serta satu peserta dalam kegiatan upgrading pelatih.
Keikutsertaan tersebut, kata Beni, tidak hanya berfokus pada perolehan medali, tetapi juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia dalam olahraga catur, termasuk atlet, wasit, dan pelatih.
“Bagi kami, Kejurnas ini bukan hanya tentang medali. Ini juga menjadi kesempatan bagi atlet untuk menambah pengalaman, mengukur kemampuan, serta meningkatkan kualitas wasit dan pelatih. Kami berharap prestasi ini menjadi motivasi untuk terus berkembang,” tambahnya.
Dua Atlet Gorontalo Raih Gelar Master Nasional
Pencapaian membanggakan Percasi Gorontalo turut ditandai dengan keberhasilan dua atlet pada kategori Open (Senior) yang meraih gelar Master Nasional.
Tambahan dua gelar tersebut menjadi capaian penting bagi perkembangan olahraga catur di Provinsi Gorontalo. Berdasarkan data Percasi Gorontalo, kini terdapat 19 pecatur yang telah menyandang gelar Master Nasional.
Beni Nento menilai pencapaian tersebut menjadi modal berharga untuk memperkuat pembinaan atlet dan mendorong lahirnya pecatur-pecatur berprestasi dari Gorontalo.
“Tambahan dua gelar Master Nasional ini merupakan kebanggaan bagi Percasi Gorontalo. Saat ini, kita sudah memiliki 19 pecatur bergelar MN. Ini menjadi modal besar untuk terus mendorong pembinaan atlet dan melahirkan pecatur-pecatur berprestasi di masa mendatang,” ungkapnya.
Ia berharap keberhasilan tersebut dapat memacu semangat atlet, khususnya generasi muda, untuk meningkatkan kemampuan melalui latihan yang konsisten dan berani menghadapi persaingan di berbagai kejuaraan.
“Harapan kami, prestasi ini tidak berhenti sampai di sini. Kami ingin semakin banyak atlet Gorontalo yang mampu meraih gelar nasional, bahkan menembus prestasi yang lebih tinggi,” tutup Beni.
Daftar Pecatur Bergelar Master Nasional Berdasarkan data yang disampaikan Percasi Gorontalo, berikut sejumlah nama pecatur yang tercatat dalam daftar peraih gelar nasional:
Kejurnas Mamuju:
MN Yosar Ruiba
MN Alif Bilondatu
MN Bambag Katili
MP Ridwan Lasimpala
Kejurnas Banten:
MN Ridwan Manti
MN Aji Pombo
Keberhasilan kontingen Gorontalo dalam Kejurnas Catur ke-51 di Banten diharapkan menjadi dorongan bagi Percasi Provinsi Gorontalo untuk terus memperkuat sistem pembinaan, meningkatkan kualitas atlet, serta memperluas kiprah pecatur daerah di tingkat nasional.
Di tengah keterbatasan dukungan pembiayaan, capaian tersebut menunjukkan bahwa semangat dan komitmen dalam pembinaan olahraga menjadi bagian penting untuk melahirkan atlet yang mampu berprestasi dan mengharumkan nama daerah.





































