POHUWATO (GOL) – Kondisi yang dialami para penambang rakyat di Kabupaten Pohuwato kembali menjadi perhatian kalangan legislatif daerah. Anggota DPRD Kabupaten Pohuwato dari Fraksi Golkar, Iqram Bahri Akbar Baderang, menyoroti dampak ekonomi yang dirasakan masyarakat penambang akibat tersendatnya jalur penjualan emas hasil tambang rakyat di pasar lokal, Selasa (10/03/2026).
Menurut Iqram, situasi yang terjadi saat ini membuat hasil kerja keras para penambang tidak memiliki kepastian nilai jual, sehingga berpotensi memukul perekonomian masyarakat yang menggantungkan hidup pada sektor pertambangan rakyat.
“Akibatnya, emas hasil kerja keras para penambang rakyat kehilangan jalur penjualan di pasar lokal. Ini membuat hasil keringat rakyat tidak memiliki nilai jual yang jelas dan berpotensi melumpuhkan ekonomi masyarakat,” ujar Iqram.
Ia menilai kebijakan pemerintah daerah, khususnya di tingkat provinsi, harus mampu menjaga keseimbangan antara kepentingan investasi berskala besar dan keberlangsungan hidup masyarakat lokal yang telah lama bergantung pada aktivitas pertambangan rakyat.
“Kebijakan pemerintah provinsi seharusnya mampu menyeimbangkan antara investasi besar dan keberlangsungan hidup masyarakat penambang. Jangan sampai masyarakat kecil justru menjadi pihak yang paling terdampak,” tegasnya.
Lebih lanjut, Iqram menekankan pentingnya menghadirkan solusi sementara yang dapat menjaga roda ekonomi masyarakat tetap berjalan, terutama selama proses penataan dan legalisasi pertambangan rakyat masih berlangsung.
“Solusi sementara sangat penting agar ekonomi masyarakat tidak berhenti total. Pemerintah harus memastikan ada jalur legal bagi hasil tambang rakyat sambil menunggu proses legalisasi,” jelasnya.
Ia juga berharap pemerintah provinsi segera mengambil langkah konkret agar masyarakat penambang tidak terus berada dalam ketidakpastian terhadap mata pencaharian mereka.
“Kita berharap pemerintah provinsi segera mengambil langkah nyata. Jangan sampai masyarakat penambang terus berada dalam ketidakpastian di tanah mereka sendiri,” tutup Iqram Bahri Akbar Baderang.
(GOL – 03)





































