Pohuwato – Belakangan berhembus isu TIM Joker mengkoordinir pertambangan di bumi panua. Meski nama Joker lagi tranding Topik,tak ada satupun yang berani menampakkan diri. Bahkan,Tim yang di duga mengumpulkan uang hingga milyaran rupiah dari pelaku usaha itu tak memiliki program hilirisasi.
Kurangnya perhatian Joker soal Hilirisasi jadi sorotan mahasiswa universitas Pohuwato.
Abdul Razak Dunda salah satu aktivis di Pohuwato memberikan contoh ketidakpedulian Joker hingga kini belum ada tindakan Normalisasi sungai. Padahal sedimen dari hulu telah bertumpuk dalam Irigasi.
“Sudah hampir sebulan Tim Joker bergulir sebagai koordinator dari pertambangan, ada dugaan dana telah mereka kumpul,tapi mereka tidak ada kepedulian terhadap masyarakat terdampak Sedimen,”. Ujarnya kepada media ini.
Masih kata Yogi ( Sapaannya),Jika Sedimen tidak segera di angkat dari saluran,ini akan berdampak banjir baik di pemukiman hingga kelahan Pertanian.
” Semestinya,tim Joker tidak hanya mengambil keuntungan,tapi juga ada peran sosial,kalau banjir masyarakat yang rugi,rumah Tergenang air tambah lumpur,tanaman juga kena dampak,”. Jelasnya.
Ketidakpedulian Tim Joker terhadap lingkungan, Mahasiswa semester akhir ini mendesak Kapolres menertibkan sementara aktivitas pertambangan.
” Kami minta Kapolres tertibkan dulu aktivitas peti,karena saluran irigasi saat ini lagi penuh dengan Sedimen,”. Pintanya.





































