POHUWATO (GOL) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pohuwato gelar Kirab Pilkada Serentak 2024, dengan tema “Wahana Penyebarluasan Informasi Penyelenggaraan Pilkada Serentak 2024”, minggu (08/09/24).
Kegiatan yang berlangsung di Lapangan kecamatan Paguat tersebut dihadiri oleh Komisioner KPU Iskandar Ibrahim, serta Sekcam Paguat Ayub Mohi, Kasubbag Hukum dan SDM Suwarno Amili, Kasubag Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM, Yatik Kalil.
Kegiatan ini juga bertujuan untuk menyebarluaskan informasi mengenai penyelenggaraan Pilkada serentak yang akan dilaksanakan pada 27 November 2024. Dengan tema “Wahana Penyebarluasan Informasi Penyelenggaraan Pilkada Serentak 2024″.
Komisioner KPU Pohuwato, Iskandar Ibrahim, menyampaikan bahwa tujuan utama Kirab Pilkada ini adalah menyosialisasikan pentingnya Pilkada 2024, khususnya untuk pemilihan gubernur, wakil gubernur, bupati, dan wakil bupati di Kabupaten Pohuwato.
“Kami menargetkan partisipasi masyarakat pada Pilkada 2024 mencapai 90%, sebuah target yang rasional mengingat partisipasi pada Pilkada 2020 lalu mencapai 87,02%, meski saat itu masih dalam masa pandemi covid-19″, kata Iskandar.
Komisioner KPU Pohuwato itu juga menambahkan bahwa KPU Pohuwato terus mencari format sosialisasi yang efektif untuk mendorong partisipasi pemilih, terutama dengan menyasar pemilih muda dan pemilih pemula.
“Kegiatan ini melibatkan banyak peserta, termasuk siswa-siswi dan ibu-ibu. Tujuannya adalah untuk memberikan pemahaman bahwa memilih merupakan hak konstitusi kita sebagai warga negara untuk menentukan pemimpin yang akan memimpin daerah ini selama lima tahun ke depan”, ujar Iskandar.
Dijelaskannya, ada beragam lomba seperti cerdas cermat, bola kaki dangdut, dan lari karung digelar untuk memperkuat sosialisasi Pilkada 2024.
Terakhir dirinya berharap, melalui kegiatan Kirab Pilkada Serentak Tahun 2024 ini, masyarakat tidak hanya terlibat secara kuantitas tetapi juga memahami pentingnya kualitas partisipasi dalam pemilu.
“Kami ingin meningkatkan kualitas partisipasi, bukan hanya mengejar jumlah pemilih, tetapi bagaimana masyarakat benar-benar sadar akan pentingnya menggunakan hak pilih mereka dengan baik”, tutupnya. (GOL – 03)





































