GORONTALO (GOL) – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) UIN Sultan Amai Gorontalo bersama seluruh DEMA Fakultas di lingkungan kampus menggelar Aksi Simbolik dan Mimbar Bebas di Bundaran Kampus 2 UIN Sultan Amai Gorontalo, Selasa sore (8/9).
Aksi ini digagas sebagai pemantik kesadaran kolektif mahasiswa untuk merawat ingatan dan menolak lupa atas berbagai rekam jejak pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) serta kejahatan kemanusiaan dalam sejarah kelam bangsa yang terangkum dalam momentum “September Hitam”.

Aksi yang berlangsung penuh khidmat namun sarat akan tekanan perlawanan ini diisi dengan pengibaran bendera setengah tiang, aksi teatrikal, pembacaan puisi perlawanan, serta orasi politik secara bergantian oleh para pimpinan lembaga kemahasiswaan. Bundaran Kampus 2 dipilih sebagai titik sentral untuk menegaskan bahwa kampus harus tetap menjadi benteng moral dan ruang kritis yang tidak pernah padam dalam menagih keadilan.
Presiden Mahasiswa DEMA UIN SMART, Mohamad Rizki Abas menegaskan bahwa agenda ini bukan sekadar rutinitas seremoni tahunan, melainkan komitmen moral dan pemicu (*pemantik*) konsolidasi gerakan mahasiswa yang lebih besar.

Menurutnya, September Hitam adalah pengingat bahwa keadilan di negeri ini masih sering ditindas dan dilupakan. ‘ Hari ini, DEMA UIN SMART bersama DEMA Fakultas berdiri bersama di Bundaran Kampus 2 untuk menegaskan bahwa suara korban tidak akan pernah bungkam. Ini adalah pemantik konsolidasi kita; selama impunitas masih dipelihara, jalanan dan mimbar bebas akan terus menjadi saksi perlawanan mahasiswa, tegasnya di tengah-tengah barisan massa aksi,” katanya lantang.
Melalui kolaborasi lintas DEMA Fakultas ini, massa aksi menyampaikan tiga poin pernyataan sikap utama:
1. Menolak Lupa atas Kasus Pelanggaran HAM Masa Lalu: Mendesak negara untuk menuntaskan secara berkeadilan seluruh kasus pelanggaran HAM berat yang tak kunjung menemui titik terang.
2. Kecam Segala Bentuk Pembungkaman Demokrasi: Menolak keras tindakan represif dan upaya pembungkaman terhadap ruang-ruang kritis mahasiswa serta masyarakat sipil.
3. Konsolidasi Total Gerakan Mahasiswa Mengajak seluruh elemen mahasiswa UIN Sultan Amai Gorontalo untuk terus mengawal kebijakan publik yang menindas dan menjaga garis perjuangan bersama rakyat.
Aksi simbolik ini ditutup dengan doa bersama untuk para martir keadilan dan komitmen bersama seluruh pimpinan Ormawa UIN Sultan Amai Gorontalo untuk terus mengawal isu-dan konsolidasi pergerakan ke depan. (Gol_03)




































