POHUWATO — Kebakaran lahan yang terjadi di Desa Maleo, Kecamatan Paguat, Kabupaten Pohuwato, memicu kekhawatiran warga sekitar. Kobaran api yang membakar areal lahan cukup luas diperparah dengan kondisi angin yang bertiup kencang.
Menyadari kondisi tersebut, warga langsung menghubungi Unit Pemadam Kebakaran Kabupaten Pohuwato untuk melakukan upaya pemadaman.
Namun, luasnya areal yang terbakar membuat satu unit mobil pemadam milik pemerintah daerah kewalahan menangani kobaran api yang terus menyala. Kondisi semakin sulit karena angin kencang membuat api berpotensi menjalar ke area lainnya.
Beruntung, satu unit mobil pemadam kebakaran milik PLTG Maleo turut dikerahkan untuk membantu proses pemadaman.
Dalam prosesnya, dua unit mobil pemadam tersebut bahkan sempat kehabisan air. Tim pun harus mencari sumber air untuk melakukan pengisian kembali sebelum melanjutkan proses pemadaman.
Setelah berjibaku selama berjam-jam, tim pemadam kebakaran Kabupaten Pohuwato bersama karyawan PLTG, TNI/Polri serta masyarakat sekitar akhirnya berhasil menjinakkan dan memadamkan kobaran api.
“Alhamdulillah,api sudah padam,untung ada mobil pemadam PLTG yang besar, baru juga banyak yang bantu,ada polisi,ada tentara,ada Torang yang disini,ada juga karyawan PLTG,”. Ungkap seorang warga yang berada di Jumat 4 September 2026.
Warga tersebut berharap masyarakat lebih berhati-hati dalam melakukan aktivitas pembakaran lahan, terlebih di tengah kondisi kemarau panjang yang membuat rumput dan vegetasi menjadi kering dan mudah terbakar.
Ia mengingatkan agar warga tidak sembarangan membakar rumput kering. Sebab, api dapat dengan cepat membesar dan menyebabkan kebakaran lahan yang lebih luas, bahkan berpotensi merembet hingga ke kawasan permukiman warga.




































