Pohuwato – Gerakan kemanusiaan membantu masyarakat menghadapi krisis air bersih akibat kemarau terus berlanjut di Kabupaten Pohuwato.
Memasuki hari kedua, tim kembali mengerahkan armada untuk mendistribusikan air bersih ke sejumlah lokasi yan kesulitan air akibat kemarau.
Distribusi air tersebut menyasar tempat ibadah dan rumah-rumah warga di Desa Mootilango, Kecamatan Duhiadaa, serta Desa Palopo, Kecamatan Marisa.
Koordinator pelaksana kegiatan, Zufrin Harun, memastikan aksi pendistribusian air bersih masih akan dilanjutkan selama masyarakat menghadapi dampak kemarau.
“Kami akan berupaya maksimal dengan tiga armada. Insyaallah akan ada penambahan armada untuk terus mendistribusikan air bersih kepada warga,” ungkap Zufrin.
Menurutnya, jumlah air yang disalurkan pada hari kedua mengalami peningkatan dibandingkan hari pertama. Sebelumnya, tim berhasil mendistribusikan 17.600 liter air bersih kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Di hari pertama, alhamdulillah berhasil tersalurkan sebanyak 17.600 liter air bersih. Dan di hari kedua itu 24.200 liter,” tambahnya.
Peningkatan volume distribusi tersebut menjadi bagian dari upaya kolaboratif untuk menjangkau lebih banyak warga yang membutuhkan pasokan air bersih selama musim kemarau.
Zufrin berharap keberadaan bantuan ini tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat, tetapi juga dapat mengurangi beban warga yang harus mencari sumber air di tengah keterbatasan pasokan.
“Kami berharap dengan adanya bantuan air bersih ini, beban warga dalam memenuhi kebutuhan air bersih dapat sedikit lebih ringan,” pungkasnya.
Kolaborasi tersebut dijadwalkan terus berjalan dengan mengoptimalkan armada yang tersedia serta membuka peluang penambahan armada, sehingga distribusi air bersih dapat menjangkau lebih banyak wilayah terdampak kemarau di Kabupaten Pohuwato.




































