POHUWATO — Kehadiran Ketua Umum DPP Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, dalam pelantikan Dewan Pengurus Daerah (DPD) Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Pohuwato periode 2026–2031 menjadi momentum penting bagi para petani untuk menyampaikan langsung berbagai persoalan yang dihadapi di lapangan.
Pelantikan yang berlangsung pada Kamis (20/08/2026) tersebut turut dihadiri Bupati Pohuwato Saipul A. Mbuinga. Kehadiran pimpinan pusat Tani Merdeka Indonesia di Bumi Panua dinilai membuka ruang komunikasi yang lebih luas antara petani di daerah dengan pemerintah pusat.
Bagi masyarakat petani, momentum tersebut menjadi kesempatan untuk membawa berbagai aspirasi dari tingkat akar rumput agar dapat diteruskan melalui jaringan organisasi hingga ke tingkat nasional.
Bupati Pohuwato Saipul A. Mbuinga dalam kesempatan tersebut turut memberikan apresiasi terhadap sosok Don Muzakir yang dinilainya memiliki kedekatan dengan lingkaran pemerintahan pusat.
“Don Muzakir ini kader terbaik dari Sudaryono sebelumnya wakil menteri pertanian,saat ini di percayakan di badan gizi Nasional, Insya allah kami doakan kader terbaiknya akan mengantikan posisi sebelumnya di wamentan,”. Ujar Bupati Pohuwato.
Sementara itu, Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Pohuwato, AHS, menilai kehadiran para petani dalam organisasi tersebut menjadi modal penting dalam memperkuat perjuangan terhadap berbagai persoalan sektor pertanian.
Menurutnya, organisasi tidak boleh berhenti sebatas aktivitas kelembagaan. Tani Merdeka Indonesia diharapkan mampu menjadi wadah untuk menghimpun persoalan petani sekaligus memperjuangkan solusi yang benar-benar dibutuhkan masyarakat di lapangan.
Salah satu persoalan yang saat ini menjadi perhatian serius adalah kegagalan tanam yang dialami sejumlah petani di Kabupaten Pohuwato. Kondisi tersebut dinilai berpotensi menambah tekanan ekonomi bagi masyarakat yang menggantungkan kehidupan dari sektor pertanian.
“Kami berharap ada solusi konkret terhadap persoalan petani yang ada di Kabupaten Pohuwato, khususnya mereka yang mengalami gagal tanam,” ujar AHS dalam sambutannya.
AHS juga secara khusus meminta dukungan Ketua Umum DPP Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, agar persoalan yang dihadapi petani Pohuwato dapat dibawa ke tingkat pemerintah pusat, bahkan disampaikan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto.
“Kami meminta kepada Ketua Umum DPP Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, agar persoalan petani di Kabupaten Pohuwato ini dapat disampaikan kepada Presiden Prabowo. Kami berharap ada solusi nyata untuk para petani,” tegasnya.
Menurut AHS, penyampaian aspirasi secara langsung kepada pemerintah pusat diharapkan dapat membuka peluang lahirnya kebijakan yang lebih tepat sasaran, khususnya bagi petani yang sedang menghadapi berbagai persoalan produksi dan ekonomi.
Ia menegaskan, keberadaan Tani Merdeka Indonesia di Pohuwato harus mampu menjadi penghubung antara petani, pemerintah daerah, hingga pemerintah pusat. Dengan demikian, persoalan yang muncul di tingkat lapangan tidak berhenti sebagai keluhan, tetapi dapat diperjuangkan menjadi agenda kebijakan.
Pelantikan kepengurusan periode 2026–2031 pun diharapkan menjadi awal bagi pengurus DPD Tani Merdeka Indonesia Pohuwato untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus memperluas pendampingan kepada masyarakat petani.
Dengan hadirnya kepengurusan baru, Tani Merdeka Indonesia Pohuwato diharapkan mampu menjalankan peran strategis sebagai wadah perjuangan petani serta menjadi jembatan komunikasi yang efektif dalam mendorong peningkatan kesejahteraan dan penyelesaian berbagai persoalan pertanian di Kabupaten Pohuwato



































