POHUWATO (GOL) — Pemerintah Kabupaten Pohuwato terus memperkuat akses layanan kesehatan di wilayah barat. Bupati Pohuwato, Saipul A. Mbuinga, secara resmi meresmikan tiga gedung baru sekaligus meluncurkan pelayanan kamar bedah perdana di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lemito, Kamis (06/08/2026).
Langkah ini menjadi tonggak sejarah baru bagi RSUD Lemito sejak pertama kali beroperasi pada pertengahan 2022. Dengan berfungsinya fasilitas medis vital tersebut, masyarakat setempat kini dapat memperoleh tindakan operasi tanpa perlu lagi dirujuk ke rumah sakit lain di luar wilayah.
Ketua Bapemperda DPRD Kabupaten Pohuwato, Rizal Pasuma, yang hadir dalam acara tersebut menegaskan komitmen legislatif dalam mendukung penguatan sarana dan prasarana kesehatan daerah.
“Kami di DPRD, khususnya Bapemperda, memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas peresmian gedung baru dan operasional kamar bedah ini. Ini adalah bukti nyata komitmen daerah dalam mewujudkan pemerataan layanan kesehatan yang berkeadilan, khususnya bagi masyarakat di wilayah barat Pohuwato,” ujar Rizal.
Rizal menambahkan, pihak legislatif siap mengawal dari sisi regulasi dan penganggaran. Menurutnya, pencapaian akreditasi predikat Utama yang diraih RSUD Lemito harus diimbangi dengan kepastian kemudahan akses bagi pengguna BPJS Kesehatan.
Tiga fasilitas baru yang diresmikan meliputi gedung rawat inap, gedung bedah, gedung rawat inap anak, serta gedung pemeliharaan sarana rumah sakit.
Dalam sambutannya, Bupati Saipul A. Mbuinga mengapresiasi kerja keras jajaran tenaga kesehatan RSUD Lemito yang tetap berinovasi meski di tengah kondisi efisiensi fiskal daerah.
“Kondisi fiskal daerah saat ini memang sedang mengalami efisiensi. Namun, semangat untuk memberikan pelayanan terbaik tidak boleh surut. Kehadiran fasilitas baru ini diharapkan membuat masyarakat Lemito, Wanggarasi, hingga daerah tetangga tidak perlu lagi menempuh perjalanan jauh ke RSUD Bumi Panua atau RS MMC,” kata Saipul.
Sementara itu, Direktur RSUD Lemito, Fitriyanti Ismail, menjelaskan perjalanan penyesuaian status rumah sakit yang semula bernama Rumah Sakit Pratama Lemito pada Juni 2022, hingga resmi berganti nama menjadi RSUD Lemito pada November 2024.
“Pada Desember 2024 lalu, kami meraih predikat Akreditasi Utama. Ini menjadi modal penting dalam memperluas kerja sama dengan BPJS Kesehatan. RSUD Lemito bukan sekadar bangunan fisik, tetapi ‘rumah harapan’ tempat masyarakat datang dengan kecemasan dan pulang dengan keyakinan untuk sembuh,” ungkap Fitriyanti.
Peresmian ditandai dengan pemotongan pita oleh Bupati Saipul bersama jajaran tamu undangan, dilanjutkan peninjauan ke sejumlah fasilitas yang telah siap memfasilitasi pasien.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut mantan Wakil Bupati Pohuwato Suharsi Igirisa, Kepala Dinas Kesehatan Fidi Mustafa, Camat Lemito Fatmah Katili, Camat Wanggarasi Elan Mohi, Direktur RS MMC, para kepala desa, Tim Ahli Bupati, Kabag Prokopim Ikbal Mbuinga, serta jajaran tenaga medis RSUD Lemito.
(GOL – 03)




































