POHUWATO (GOL) — Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Pohuwato menggelar rapat koordinasi guna membahas rencana penertiban aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah hukum Polres Pohuwato. Rapat tersebut berlangsung pada Jumat (02/01/2025).
Rakor ini melibatkan sejumlah unsur pimpinan daerah, di antaranya Kapolres Pohuwato, Bupati Pohuwato, Dandim 1313 Pohuwato, Ketua DPRD Pohuwato, Kepala Kejaksaan Negeri Pohuwato, Ketua Pengadilan Negeri, Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Wilayah III, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pohuwato, serta Kepala Satpol PP Pohuwato.
Bupati Pohuwato, Saipul A. Mbuinga, usai rapat koordinasi menjelaskan bahwa hasil pertemuan tersebut akan ditindaklanjuti dengan pelaksanaan apel gelar pasukan sebagai tahap awal sebelum tim terpadu turun ke lapangan melakukan penertiban.
“Seperti pengamanan menjelang Tahun Baru kemarin, akan dilaksanakan apel gelar pasukan yang melibatkan seluruh komponen terkait. Ini sebagai bentuk kesiapan bersama sebelum penertiban dilakukan,” ujar Bupati Saipul saat diwawancarai di dampingi ketua DPRD Pohuwato.
Ia menambahkan, pelaksanaan penertiban PETI akan mengedepankan pendekatan humanis dan persuasif kepada masyarakat. Selain apel awal, kesiapan personel juga akan kembali ditegaskan saat tim mulai bergerak menuju lokasi penertiban sebagai simbol sinergitas lintas instansi.
Di sisi lain, Kapolres Pohuwato AKBP Busroni menekankan bahwa keberhasilan penertiban sangat bergantung pada soliditas dan dukungan seluruh unsur Forkopimda serta stakeholder terkait.
“Kita saling mendukung dan saling menguatkan. Penertiban ini diawali dengan pendekatan humanis, melalui imbauan dan pemberitahuan kepada masyarakat bahwa akan dilakukan penertiban, sebelum dilanjutkan dengan langkah-langkah sesuai aturan,” jelas Kapolres.
Ia juga menegaskan bahwa proses penertiban akan melibatkan seluruh unsur Forkopimda serta instansi yang hadir dalam rapat koordinasi sebagai bentuk tanggung jawab bersama.
“Pelaksanaan penertiban akan melibatkan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta seluruh pihak yang hadir dalam rapat koordinasi tersebut,” tambahnya.
Terkait sasaran penertiban, Kapolres menyampaikan bahwa fokus awal akan diarahkan pada aktivitas PETI berskala besar, khususnya yang menggunakan alat berat.
“Kita melihat dinamika di lapangan. Tentunya yang berskala besar terlebih dahulu, terutama yang menggunakan ekskavator. Namun secara keseluruhan, seluruh aktivitas PETI tetap menjadi perhatian,” tegasnya.
Kapolres juga mengakui bahwa upaya penegakan hukum yang dilakukan sebelumnya belum sepenuhnya memberikan efek jera, bahkan aktivitas PETI cenderung meningkat. Oleh sebab itu, penertiban kali ini dirancang secara terpadu dengan melibatkan berbagai unsur, tidak hanya aparat kepolisian.
“Penertiban ini tentu akan menimbulkan pro dan kontra. Ada pihak yang merasa diuntungkan, ada pula yang merasa dirugikan. Namun kami akan terus memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa langkah ini dilakukan demi kepentingan bersama,” ujarnya.
Rencana penertiban PETI tersebut akan dilaksanakan secara menyeluruh di wilayah hukum Polres Pohuwato, dengan tujuan menciptakan ketertiban, menjaga keamanan, serta melindungi lingkungan dan keselamatan masyarakat.
(GOL – 03)




































